Kamis, 29 Mei 2014

Penerapan Model ASSURE Dalam Rancangan Pembelajaran


  ASSURE model adalah salah satu petunjuk dan perencanaan yang bisa membantu untuk bagaimana cara merencanakan, mengidentifikasi, menentukan tujuan, memilih metode dan bahan, serta evaluasi. Model assure ini merupakan rujukan bagi pendidik dalam membelajarkan peserta didik dalam pembelajaran yang direncanakan dan disusun secara sistematis dengan mengintegrasikan teknologi dan media sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif dan  bermakna bagi peserta didik. .


 Pembelajaran dengan menggunakan ASSURE Model  mempunyai beberapa tahapan yang dapat membantu terwujudnya pembelajaran yang efektif dan bermakan bagi peserta didik
Tahapan Tahapan Model Assure
Tahapan tersebut menurut Smaldino merupakan penjabaran dari ASSURE Model, adalah sebagai berikut:
a.    Analyze Learner  (Analisis Pembelajar)
Tujuan utama dalam menganalisa termasuk pendidik dapat menemui kebutuhan belajar siswa yang urgen sehingga mereka mampu mendapatkan tingkatan pengetahuan dalam pembelajaran secara maksimal. Analisis pembelajar meliputi tiga faktor kunci dari diri pembelajar yang meliputi:
1.    General Characteristics (Karakteristik Umum)
Karakteristik umum siswa dapat ditemukan melalui variable yang konstan, seperti, jenis kelamin, umur, tingkat perkembangan, budaya dan faktor sosial ekonomi serta etnik. Semua variabel konstan tersebut, menjadi patokan dalam merumuskan strategi dan media yang tepat dalam menyampaikan bahan pelajaran.
2.    Specific Entry Competencies (Mendiagnosis kemampuan awal pembelajar)
Penelitian yang terbaru menunjukkan bahwa pengetahuan awal siswa merupakan sebuah subyek patokan yang berpengaruh dalam bagaimana dan apa yang dapat mereka pelajari lebih banyak sesuai dengan perkembangan psikologi siswa (Smaldino dari Dick,carey& carey,2001). Hal ini akan memudahkan dalam merancang suatu pembelajaran agar penyamapain materi pelajaran dapat diserap dengan optimal oleh peserta didik sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya

3.    Learning Style (Gaya Belajar)
Gaya belajar yang dimiliki setiap pembelajar berbeda-beda dan mengantarkan peserta didik dalam pemaknaan pengetahuan termasuk di dalamnya interaksi dengan dan merespon dengan emosi ketertarikan terhadap pembelajaran. Terdapat tiga macam gaya belajar yang dimiliki peserta didik, yaitu:
1. Gaya belajar visual (melihat) yaitu dengan lebih banyak melihat seperti membaca
2. Gaya belajar audio (mendengarkan), yaitu belajar akan lebih bermakna oleh peserta didik jika pelajarannya tersebut didengarkan dengan serius
3. Gaya belajar kinestetik (melakukan), yaitu pelajaran akan lebih mudah dipahami oleh peserta didik jika dia sudah mempraktekkan sendiri.

b. State Standards And Objectives (Menentukan Standard Dan Tujuan)
Tahap selanjutnya dalam ASSURE model adalah merumuskan tujuan dan standar. Dengan demikian diharapkan peserta didik dapat memperoleh suatu kemampuan dan kompetensi tertentu dari pembelajaran. Dalam merumuskan tujuan dan standar pembelajaran perlu memperhatikan dasar dari strategi, media dan pemilihan media yang tepat.
1.    Pentingnya Merumuskan Tujuan dan Standar dalam Pembelajaran
Ada beberapa alasan mengapa tujuan perlu dirumuskan dalam merancang suatu program pembelajaran seperti yang dijelaskan oleh Wina Sanjaya (2008 : 122-123) berikut ini:
a.    Rumusan tujuan yang jelas dapat digunakan untuk mengevaluasi efektifitas keberhasilan proses pembelajaran
b.    Tujuan pembelajaran dapat digunakan sebagai pedoman dan panduan kegiatan belajar siswa
c.    Tujuan pembelajaran dapat membantu dalam mendesain sistem pembelajaran
d.    Tujuan pembelajaran dapat digunakan sebagai kontrol dalam menentukan batas-batas dan kualitas pembelajaran.

2.    Tujuan Pembelajaran yang Berbasis ABCD
Menurut Smaldino,dkk.,setiap rumusan tujuan pembelajaran ini haruslah lengkap. Kejelasan dan kelengkapan ini sangat membantu dalam menentukan model belajar, pemanfaatan media dan sumber belajar berikut asesmen dalam KBM.  Rumusan baku ABCD tadi dijabarkan sebagai berikut:
   A = audience
   B = behavior
   C = conditions
   D = degree
3. Tujuan Pembelajaran dan Perbedaan Individu
Berkaitan dengan kemampuan individu dalam menuntaskan atau memahami sebuah materi yang diberikan. Individu yang tidak memiliki kesulitan belajar dengan yang memiliki kesulitan belajar pasti memiliki waktu ketuntasan terhadap materi yang berbeda. Untuk mengatasi hal tersebut, maka timbullah mastery learning (kecepatan dalam menuntaskan materi tergantung dengan kemampuan yang dimiliki tiap individu.

c. Select Strategies, Technology, Media, And Materials (Memilih, Strategi, Teknologi, Media Dan Bahan Ajar)
a.    Memilih Strategi Pembelajaran
Pemilihan strategi pembelajarn disesuaikan dengan standar dan tujuan pembelajaran. Selain itu juga memperhatikan gaya belajar dan motivasi siswa yang nantinya dapat mendukung pembelajaran. Strategi pembelajaran dapat mengandung ARCS model (Smaldino dari Keller,1987). ARCS model dapat membantu strategi mana yang dapat membangun  Attention  (perhatian) siswa, pembelajaran berhubungan yang Relevant dengan keutuhan dan tujuan, Convidentdesain pembelajaran dapat membantu pemaknaan pengetahuan oleh siswa dan Satisfaction dari usaha belajar siswa.
b.    Memilih Teknologi dan Media yang sesuai dengan Bahan Ajar
Bentuk media adalah bentuk fisik dimana sebuah pesan digabungkan dan ditampilkan. Bentuk media meliputi, sebagai contoh, diagram (gambar diam dan teks) slide (gambar diam lewat proyektor) video (gambar bergerak dalam TV), dan multimedia komputer (grafik, teks, dan barang bergerak dalam TV) Setiap media itu mempunyai kekuatan dan batasan dalam bentuk tipe dari pesan yang bisa direkam dan ditampilkan. Memilih sebuah bentuk media bisa menjadi sebuah tugas yang kompleks-merujuk kepada cakupan yang luas dari media yang tersedia, keanekaragaman siswa dan banyak tujuan yang akan dicapai.
Memilih format media dan sumber belajar yang disesuaikan dengan pokok bahasan atau topik. Peran media pembelajaran menurut Smaldino
  Memilih , Mengubah, dan Merancang Materi
1.    Memilih Materi yang tersedia
     Melibatkan Spesialis Teknologi/Media
     Menyurvei Panduan Referensi Sumber dan Media
2.    Mengubah Materi yang ada
3.    Merancang Materi Baru
d. Utilize Technology, Media And Materials (Menggunakan Teknologi, Media dan Bahan Ajar)
Sebelum memanfaatkan media dan bahan yang ada, sebaiknya  mengikuti langkah-langkah seperti dibawah ini, yaitu:
a.    Mengecek bahan (masih layak pakai atau tidak)
b.    Mempersiapkan bahan
c.    Mempersiapkan lingkungan belajar
d.    Mempersiapkan pembelajar
e.    Menyediakan pengalaman belajar (terpusat pada pengajar atau pembelajar)

e. Require Learner Parcipation (Mengembangkan Partisipasi Peserta Didik)
Tujuan utama dari pembelajaran adalah adanya partisipasi siswa terhadap materi  dan media yang kita tampilkan. Seorang guru pada era teknologi sekarang dituntut untuk  memiliki pengalaman dan praktik menerapkan, menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi ketimbang sekedar memahami dan member informasi kepada siswa. Ini sejalan dengan gagasan konstruktivis bahwa belajar merupakan proses mental aktif yang dibangun berdasarkan pengalaman yang autentik, diman para siswa akan menerima umpan balik informative untuk mencapai tujuan mereka dalam belajar.
a.      Latihan Penggunaan Teknologi
·         Teknologi sebagai Perkakas Teknologi
·         Teknologi sebagai Perangkat Komunikasi
·         Teknologi sebagi Perangkat Penelitian
·         Teknologi sebagai Perangkat Penyelesaian Masalah dan Pengambilan Keputusan
·         Menggunakan Peranti Lunak Pendidikan
·         Menggunakan Media lainnya untuk Latihan
b.      Umpan Balik

f.     Evaluate And Revise (Mengevaluasi dan Merevisi)
Penilaian dan perbaikan adalah aspek yang sangat mendasar untuk mengembangkan kualitas pembelajaran. Penilaian dan perbaikan dapat berdasarkan dua tahapan yaitu:
1.    Penilaian Hasil Belajar Siswa
·         Penilaian Hasil Belajar Siswa yang Otentik
·         Penilaian Hasil Belajar Portofolio
·         Penilaian Hasil Belajar yang Tradisional / Elektronik
2.    Menilai dan Memperbaiki Strategi, teknologi dan Media
3.    Revisi Strategi, Teknologi, dan Media
Ada beberapa fungsi dari evaluasi antara lain:
a.    Evaluasi merupakan alat yang penting sebagai umpan balik bagi siswa
b.     Evaluasi merupakan alat yang penting untuk mengetahui bagaimana ketercapaian siswa dalam menguasai tujuan yang telah ditentukan
c.      Evaluasi dapat memberikan informasi untuk mengembangkan program kurikulum
d.     Informasi dari hasil evaluasi dapat digunakan siswa secara individual dalam mengambil keputusan
e.     Evaluasi berguna untuk para pengembang kurikulum khususnya dalam menentukan tujuan khusus yang ingin dicapai
f.       Evaluasi berfungsi sebagai umpan balik untuk orang tua, guru, pengembang kurikulum, pengambil kebijakan




PENERAPAN MODEL ASSURE PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS X SMAN 1 SUTERA


A. Analyze Learner  (Analisis Pembelajar)
1. Karakteristik Umum
Sebagai guru Matematika, saya  mengajar di kelas X1, X2, X3 dan X4 dengan karakteristik umum siswanya seperti pada tabel berikut:
Kelas
Jumlah Siswa
Usia Rata2
Kemampuan Awal Rata2
KKM Matematika
X1
30
16-18 Th
55-90
75
X2
29
16-18 Th
50- 90
75
X3
28
16-18 Th
55-95
75
X4
39
16-18 Th
55-90
75
1.    Dari tabel di atas, sebagian siswa telah menunjukkan hasil belajarnya belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), sementara yang lainnya hasil belajarnya sudah di atas rata-rata (sudah mencapai KKM).
2.    Para siswa berasal dari kalangan social ekonomi menegah ke bawah
3.    Rata – rata siswa berusia remaja 16-18 tahun
4.    Pada umumnya siswa SMAN 1 Sutera memiliki latar belakang  pendidikan dari sekolah SMP dan sebagian dari MTs
5.    Umumnya memiliki kapasitas dan kecerdasaan rata- rata atau sedang
6.    Mampu belajar mandiri
7.    Siswa SMAN 1 Sutera lebih termotivasi dalam belajar apabila tercipta kondisi yang kompetitif dalam kelas.
2. Spesifikasi Kemampuan Awal / Kecakapan Umum
           
 Pelajaran matematika adalah pelajaran yang telah mereka terima dari Sekolah Menengah Pertama (SMP/MTs), Pada umumnya mereka telah mempunyai pengetahuan awal mengenai mata pelajaran ini. Untuk mengetahui kemampuan awal mereka sebelum pelajaran dilanjutkan, pada pertemuan pertama biasanya diadakan entri tes. Dari hasil tes dapat dijadikan acuan tentang hal-hal apa yang perlu dan tidak perlu lagi disampaikan kepada siswa yaitu dengan mengadakan refleksi terhadap siswa sehingga dapat mengetahui kemampuan kognitifsi pebelajar. Maka dengan ini tentu saja pembelajaran dapat dilanjutkan dengan menerangkan materi-materi lanjutan dari pengetahuan awal yang mereka punyai. Para siswa pada umumnya mampu melakukan:
       -       Membuat dan menyimpan dokumen di komputer
       -       Mengakses (berseluncur) di internet
       -       Membuat dan menyimpan video digital
       -       Merespon via komunikasi verbal dan tertulis yang berkisar dari tingkat bawah hingga tingkat atas.

3. Gaya Belajar 

Kelas yang saya ajar mempunyai gaya belajar yag beragam. Ada siswa yang suka gaya belajar visual, audio dan gaya belajar kinestika. Oleh sebab itu variasi dan kreatifitas guru dalam pembelajaran sangat diperlukan. Saya menemukan saya belajar yang yang diperlihatkan siswa yaitu Gaya belajar visual (Visual Learner) menitikberatkan pada ketajaman penglihatan. Artinya, bukti-bukti konkret harus diperlihatkan terlebih dahulu agar mereka paham. Gaya belajar seperti ini mengandalkan penglihatan atau melihat dulu buktinya untuk kemudian bisa mempercayainya.

B. Menentukan Standar dan Tujuan
Langkah selanjutnya adalah menyatakan standard dan tujuan belajar se spesifik mungkin. Adalah penting untuk memulai  dengan kurikulum dan teknologi. Tujuan-tujuan yang dinyatakan dengan baik akan memperjelas tujuan, perilaku yang harus ditampilkan, kondisi yang perilaku atau kinerja akan diamati, dan tingkat yang pengetahuan atau kemampuan baru harus dikuasai siswa. Untuk buku ini, kondisi tersebut akan meliputi pengguanaan teknologi dan media untuk menilai pencapaian dari standar dan tujuan belajar.
1.    Standar
Untuk  pembelajaran matematika kelas X menggunakan standar kurikulum sebagai berikut :
Kurikulum : Menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)   yang mengacu kepada Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
Teknologi : Standar teknologi pendidikan nasional yang berbasis komputer, yaitu menggunakan media berbasis komputer penggunaannya untuk meningkatkan motivasi belajar, aktivitas belajar, dan hasil belajar.
2.    Tujuan
Mata pelajaran matematika bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut:
a. Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah.
b. Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan  matematika.
c. Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh.
d. Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah.
e. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.

C. Memilih Strategi, Teknologi, Media, dan Materi
1. Memilih strategi
Dalam pembelajaran ini strategi yang dipilih adalah strategi diskusi, di mana dengan diskusi mereka dapat mengungkapkan semua ide secara aktif tentang apa yang mungkin dihadapi dalam era globalisasi. Di sini guru biasanya mengajukan pertanyaan kepada siswa, dalam hal ini siswa tertantang untuk mengasah pengetahuan mereka. Strategi belajar kelompok biasa dilakukan, dengan strategi siswa dapat bertukar pikiran dengan teman sebaya dan juga dengan strategi ini dapat mengasah kemampuan sosial siswa.
2. Memilih Teknologi dan Media
Setelah melihat kondisi di lapangan serta kelebihan dan kekurangan dari media, maka dipilih media pembelajaran berbasis komputer sebagai penyampai materi pembelajaran. Hal ini juga disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yaitu memaksimalkan kemampuan siswa dalam menggunakan teknologi dan bisa mereka terapkan nantinya dalam praktek memilih media. Dalam memilih teknologi dan media yaitu media pembelajaran berbasis komputer  menggunakan panduan-panduan untuk menilai kesesuaian pemilihan teknologi dan media:
• Penyelarasan  dengan standar, hasil, dan tujuan – peranti lunak menyedikan alat-alat yang diperlukan bagi siswa untuk memenuhi tujuan belajar.
•   Bahasa yang sesuai umur kelas  siswa kelas X SMAN 1 Sutera.
•   Tingkat ketertarikan dan keterlibatan siswa dalam media itu sendiri.
•   Kualitas teknis dan aplikasinya.
•   Panduan dan arahan pengguna.
  Dalam hal ini, metode pengajaran yang digunakan sebaiknya lebih banyak menitikberatkan pada peraga/media,
  Ajak mereka ke objek-objek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut atau dengan cara menunjukkan alat peraganya langsung pada siswa atau menggambarkannya di papan tulis.
  Mereka mudah mengingat jika menggunakan gambar-gambar dan lebih cepat belajar dengan menggunakan diagram, buku pelajaran bergambar serta video.
3.    Memilih Materi atau merancang bahan ajar
Dalam merancang bahan ajar diperlukan kreatifitas guru sehingga materi tersebut sesuai dengan tujuan dan karakteristik siswa. Dalam hal ini saya merancang bahan ajar dengan mengumpulkan materi dari berbagai sumber (buku teks, Internet, dan lain-lain). Materi untuk mata pelajaran ini meliputi lembar tugas siswa yang dibuat guru yang menjelaskan rincian materi yang spesifik, latihan soal-soal dan tugas, dan membuat rangkuman dan  refleksi di   akhir pembelajaran.
D. Menggunakan Teknologi, Materi dan Material
Ada lima langkah yang dilakukan dalam memamfaatkan media pembelajaran yaitu:
1.    Meninjau media dan bahan ajar
Media pembelajaran berbasis komputer  merupakan salah satu metode dalam memodifikasi bahan ajar dengan menggunakan gambar, video dan warna yang menarik sehingga siswa menjadi tertarik untuk belajar
2.    Siapkan Media Bahan Ajar
Setelah media yang akan digunakan dipilih, tugas selanjutnya adalah merancang atau mempersiapkan media tersebut. Berikut ini tahapan dalam perancangan media software presentasi
a.    Tahap Perencanaan atau persiapan
Setelah ditentukan bahwa yang akan dipresentasikan mengenai materi pelajaran “Logika Matematika” maka selanjutnya mempersiapkan bahan pendukung seperti : gambar, animasi ataupun lainnya.
1.    Tahap pelaksanaan
a.    Membuka aplikasi Microsoft Powerpoint pada computer
b.    Memilih template atau background dalam pembuatan slide
c.    Mulai menulis materi, namun perlu diingat bahwa slide yang dibuat harus runtut
d.    Memilih background dan warna tulisan yang tepat, sehingga dalam penyampaian slide yang     ditampilkan terlihat jelas
e.    Menggunakan efek animasi yang serasi dan indah sehingga pembelajaran menarik
f.      Mengecek ulang apakah ada kesalahan ketik atau pemberian animasi yang tidak sesuai
b.    Tahap akhir
Setelah membuat slide presentasi maka hasil akhirnya dapat dilihat dengan menggunakan slide show yang merupakan hasil keseluruhan presentasi. Dalam pembelajaran di kelas nantinya akan diproyeksikan ke layar dengan menggunakan LCD Proyektor.

c.    Siapkan Lingkungan Belajar
Menyiapkan lingkungan belajar merupakan hal yang penting dilakukan, karena secanggih apapun media yang digunakan namun jika lingkungan tidak mendukung maka tetap saja media tersebut tidak efektif digunakan. Menggunakan software Presentasi berarti lingkungan yang dipersiapkan adalah ketersediaan listrik, pencahayan ruangan, kebersihan layar proyektor yang akan digunakan nantinya dalam memproyeksikan LCD Proyektor. Faktor lain seperti suara dari luar ruangan yang akan mengganggu proses pembelajaran apalagi jika preseentasi menggnakan efek suara. Oleh sebab itu kondisi lingkungan merupakan hal yang penting untk disiapkan.
d.    Mempersiapkan Para Pemelajar
Kesiapan siswa tentulah yang sangat harus diperhatikan, karena dengan keadaan siswa yang siap maka pembelajaran dapat dilakukan dengan efektif dan tujuan pembelajaran tercapai. Dalam hal ini siswa perlu diberitahu dalam pembelajaran menggunakan media media pembelajaran berbasis komputer diharapkan siswa siap dan mengatur tempat duduknya sehingga presentasi dapat terlihat jelas. Dalam pembelajaran matematika untuk menyiapkan para pebelajar meliputi:
1.    Memberi salam
2.    membaca ayat-ayat pendek kemudian mengingatkan kesiapan siswa untuk memulai pembelajaran
3.    Mengabsen siswa di awal pembelajaran
4.    Melihat kelengkapan alat-alat yang dibutuhkan untuk pembelajaran
5.    memberikan lembaran kerja siswa yang dibuat oleh guru
6.    Mengatur tempat duduk siswa yang bervariasi
e.    Berikan pengalaman belajar
Setelah semua disiapkan maka langkah terakhir adalah menyampaikan materi atau memberikan pengalaman belajar, Karena strategi yang dipilih adalah diskusi dan belajar kelompok keterlibatan aktif siswa adalah hal yang diperlukan.

E. Mengembangkan Partisipasi Peserta Didik
Dalam mengaktifkan pebelajar dalam proses pembelajaran tentulah memerlukan sentuhan psikologis. Pada mata pelajaran matematika ini teori belajar yang digunakan adalah pendekatan konstruktivisme dan CTL. Di mana dengan pendekatan konstruktivisme siswa dapat mengkonstruk sendiri materi  yang dipelajari sehingga dapat bertahan lama dalam ingatannya. Dalam pembelajaran matematika, Para siswa secara individu memperhatikan pembelajaran berlangsung, dan memperhatikan tayangan pembelajaran melalui media LCD  dan siswa bertanya jika ada yang kurang dimengerti,  kemudian  sebagai umpan balik siswa mengerjakan tugas dalam LKS yang dibuat guru, dan dikerjakan secara berkelompok, dan salah satu perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi tugas tersebut, sedangkan kelompok lain merespon dan menanggapi presentasi tersebut. Selanjutnya jika diskusi mengalami jalan buntu maka guru sebagai fasilitator dapat mengulang tayangan pembelajaran tersebut dan mengarahkan jalannya diskusi. Sewaktu diskusi berjalan guru mengamati jalannya diskusi dan mencatat hasil pengamatan sebagai refleksi dan evaluasi  pembelajaran.

F. Mengevaluasi dan Merevisi
a. Evalusi
Hal terakhir yang dilakukan dalam proses pembelajaran adalah mengevaluasi serta merevisi pembelajaran yang diadakan, baik dari ketercapaian materi dilihat dari pencapaian siswa maupun dari keefektifan penggunaan media. Mengukur pencapaian siswa biasanya dilakukan dengan menggunakan tes atau ujian. Dalam mengevaluasi keefektifan media dapat menggunakan diskusi atau interview dengan siswa apakah mereka puas dan tersampaikan apa yang mereka harapkan dengan media ini. Dari tanggapan mereka akan dapat ditarik kesimpulan apakah media ini perlu dimodifikasi atau diperbaiki sehingga materi benar-benar tersampaikan. Saya biasanya melakukan penilaian yang dilakukan  dalam pembelajaran matematika meliputi nilai  Kognitif dan Afektif. Penilaian kognitif terdiri dari penilaian terhadap hasil kerja siswa yaitu:
1.  Penilaian Harian yang mencakup: nilai mengumpulkan tugas, PR, dan Ulangan Harian yang dilakukan setiap selesai beberapa Kompetensi Dasar (KD) dengan mengambil nilai rata-rata tersebut disingkat dengan (NHT).
2.    Nilai Ujian Tengah semester yang dilakukan setiap tengah semester (UTS).
3.    Nilai Ujian  Akhir Semester yang dilakukan akhir semester (UAS).
Ketiga nilai diatas dihitung  untuk penilaian pencapaian hasil belajar  yang dituangkan dalam Nilai Raport( NR)dengan menggunakan rumus:
N R = (2 NHT + UTS + 2 UAS) : 5
Penilaian afektif  yaitu penilaian terhadap prilaku dan sikap siswa terhadap pembelajaran berlangsung yang dilakukan guru  terhadap siswa dengan indikator pengamatannya adalah : 
1. Bisa membaca Alqur'an.
2. Masalah kehadiran siswa.
3. Membuat catatan  rangkuman pembelajaran.
4. Bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. 
5. Dapat bekerja sama dengan teman dan antar kelompok. 
6. Aktif dalam merespon pembelajaran.
7. Santun dalam komunikasi
8. Tepat waktu dalam mengumpulkan tugas.
9. Membawa kelengkapan alat pembelajaran.
10. Patuh dan menghormati guru.
11. Tidak terlambat mengikuti pembelajaran.
Keterangan :
Rentangan Predikat
76 - 100        : Tinggi    ( Nilainya A)
60 - 75          : Sedang  ( Nilainya B dan C)
     < 59         : Rendah  (Nilainya D)
NILAI =  (  Skor diperoleh : Skor maximum )  x 10

b.    Revisi
Untuk mengevaluasi keseluruhan dari pencapaian pembelajaran, strategi, teknologi dan media dapat dilihat dengan membandingkan  respon siswa,  pencapaian nilai hasil belajar yang diperoleh siswa dan penilaian rata-rata keseluruhan dengan pengamatan yang sudah kita lakukan selam pembelajaran berlangsung dikelas. Jika ada yang perlu diperbaiki dan direvisi misalnya: strategi, teknologi, media, dan materi-materi evaluasi, maka guru melakukan perbaikan dan revisi tersebut.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
                 
Nama Sekolah         : SMAN 1 Sutera 
Mata Pelajaran        : Matematika
Kelas / Semester    : X (Sepuluh) / Genap

Standar Kompetensi   : 4. Menggunakan logika matematika dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan pernyataan majemuk dan pernyataan berkuantor.
Kompetensi Dasar       :  4.2 Menentukan nilai kebenaran dari suatu pernyataan majemuk dan pernyataan berkuantor
1.  Menentukan nilai kebenaran dari suatu pernyataan majemuk berbentuk konjungsi, disjungsi, implikasi, dan biimplikasi.
2.   Menentukan ingkaran atau negasi dari suatu pernyataan majemuk berbentuk konjungsi, disjungsi, implikasi, dan biimplikasi.
3.   Menentukan konvers, invers, dan kontraposisi dari pernyataan berbentuk implikasi beserta nilai kebenarannya.
4.   Menentukan nilai kebenaran dan ingkaran dari suatu pernyataan berkuantor.
Alokasi Waktu               : 8  jam pelajaran (4 x pertemuan).
A.   Tujuan Pembelajaran
a.    Peserta didik dapat menentukan nilai kebenaran dari suatu pernyataan majemuk berbentuk konjungsi, disjungsi, implikasi, dan biimplikasi. (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras, Demokratis)
b.    Peserta didik dapat menentukan ingkaran atau negasi dari suatu pernyataan majemuk berbentuk konjungsi, disjungsi, implikasi, dan biimplikasi. (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras, Demokratis)
c.Peserta didik dapat menentukan konvers, invers, dan kontraposisi dari pernyataan berbentuk implikasi beserta nilai kebenarannya. (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras, Demokratis)
d.    Peserta didik dapat menentukan nilai kebenaran dan ingkaran dari suatu pernyataan berkuantor. (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras, Demokratis)

B.   Materi Ajar
a.    Nilai kebenaran dari pernyataan majemuk berbentuk konjungsi, disjungsi, implikasi, biimplikasi.
b.    Ingkaran (negasi) dari pernyataan majemuk berbentuk konjungsi, disjungsi, implikasi, biimplikasi.
c.Konvers, invers, kontraposisi.
d.    Nilai kebenaran  dari pernyataan berkuantor dan ingkarannya.
C.   Metode Pembelajaran
Ceramah, tanya jawab, diskusi kelompok.
Strategi Pembelajaran 
Tatap Muka
Terstruktur
Mandiri
   Menentukan nilai kebenaran dari suatu pernyataan berkuantor
   Menentukan ingkaran dari suatu pernyataan berkuantor
Siswa dapat Menentukan nilai kebenaran dari suatu pernyataan majemuk dan pernyataan berkuantor.
 
D. Langkah - langkah Kegiatan
Pertemuan Pertama (2 x 45 menit)
Pendahuluan (15 menit)
Membuka pelajaran :
·   Memberi salam
·   Berdoa bersama
·   Memeriksa kehadiran siswa
Apersepsi :
·   Mengingat kembali tentang pengertian pernyataan dan nilai kebenarannya.
·   Membahas PR.
 Motivasi :  mengaitkan dengan contoh-contoh sehari - hari yang mempunyai keterkaitan dengan pernyataan majemuk
Kegiatan Inti (65 menit)

Eksplorasi
a.      
     Peserta didik diberikan stimulus berupa pemberian materi secara garis besar oleh guru  yang berhubungan dengan cara menentukan nilai kebenaran dari suatu pernyataan majemuk berbentuk konjungsi, disjungsi, implikasi, dan biimplikasi dengan menggunakan media presentasi dan siswa dengan tekun memperhatikannya (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras, Demokratis)

Elaborasi
a. Peserta didik dikondisikan dalam beberapa kelompok diskusi dengan masing-masing kelompok terdiri dari 3-5 orang. (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras. Demokratis)
b.  Dalam kelompok, masing - masing peserta didik berdiskusi mengenai: (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras, Demokratis)
           1.  Pengidentifikasian pernyataan sehari-hari yang mempunyai keterkaitan dengan pernyataan    majemuk
             2.  Pengidentifikasian kakteristik pernyataan majemuk berbentuk konjungsi, disjungsi, implikasi,   dan biimplikasi.
              3. Perumusan nilai kebenaran dari pernyataan majemuk berbentuk konjungsi, disjungsi, implikasi, dan biimplikasi dengan tabel kebenaran.
4. Penentuan nilai kebenaran dari pernyataan majemuk berbentuk konjungsi, disjungsi, implikasi, dan biimplikasi.
c.   Masing-masing kelompok diminta menyampaikan hasil diskusinya, sedangkan kelompok yang lain menanggapi. (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras, Demokratis)
d.  Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan cara menentukan nilai kebenaran dari suatu pernyataan majemuk berbentuk konjungsi, disjungsi, implikasi, dan biimplikasi. (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras, Demokratis)
e.    Peserta didik dan guru secara bersama - sama membahas contoh dalam buku paket (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras, Demokratis)
f.   Setiap kelompok mengerjakan soal-soal mengenai penentuan nilai kebenaran suatu pernyataan majemuk berbentuk konjungsi dan disjungsi dari “Aktivitas Kelas sebagai tugas kelompok berupa uraian singkat, kemudian membahas jawaban soal-soal tersebut dengan guru. (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras, Demokratis)
g.   Setiap kelompok mengerjakan beberapa soal latihan dalam buku paket sebagai tugas kelompok. (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras, Demokratis)
Konfirmasi
a.   Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras)
b.   Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui. (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras)

Penutup (10 menit)
a.  Peserta didik membuat rangkuman dari materi mengenai penentuan nilai kebenaran dari suatu pernyataan majemuk berbentuk konjungsi, disjungsi, implikasi, dan biimplikasi. (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras, Demokratis)
b.  Peserta didik dan guru melakukan refleksi. (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras, Demokratis)
c.   Peserta didik diberikan pekerjaan rumah (PR) berkaitan dengan materi penentuan nilai kebenaran dari suatu pernyataan majemuk berbentuk konjungsi, disjungsi, implikasi, dan biimplikasi yang belum terselesaikan di kelas atau dari referensi lain. (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras, Demokratis)

Pertemuan Kedua (2 x 45 menit)
Pendahuluan (15 menit)
Membuka Pelajaran : - Memberi salam
-   Berdoa bersama
-   Memeriksa kehadiran siswa
Apersepsi
Mengingat kembali pengertian ingkaran atau negasi suatu pernyataan.
Motivasi
Apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diiharapkan dapat menentukan ingkaran atau negasi dari suatu pernyataan majemuk berbentuk konjungsi, disjungsi, implikasi, dan biimplikasi.
Kegiatan Inti (65 menit)
Eksplorasi
         a. Peserta didik diberikan stimulus berupa pemberian materi oleh guru  mengenai cara menentukan ingkaran atau negasi dari suatu pernyataan majemuk berbentuk konjungsi, disjungsi, implikasi, dan biimplikasi, dengan menggunakan media presentasi dan siswa dengan tekun memperhatikannya (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras, Demokratis)      
  
Elaborasi
b.  Peserta didik dikondisikan dalam beberapa kelompok diskusi dengan masing-masing kelompok terdiri dari 3-5 orang. (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras, Demokratis)
c.   Dalam kelompok, masing - masing peserta didik berdiskusi mengenai: ingkaran atau negasi dari suatu pernyataan majemuk berbentuk konjungsi, disjungsi, implikasi, dan biimplikasi.  (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras, Demokratis)
d.   Masing-masing kelompok diminta menyampaikan hasil diskusinya, sedangkan kelompok yang lain menanggapi. (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras, Demokratis)
e. Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan cara menentukan ingkaran atau negasi dari suatu pernyataan majemuk berbentuk konjungsi, disjungsi, implikasi, dan biimplikasi. (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras, Demokratis)
f.  Peserta didik dan guru secara bersama - sama membahas contoh dalam buku paket (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras, Demokratis)
g. Setiap kelompok mengerjakan soal-soal mengenai penentuan nilai kebenaran suatu pernyataan majemuk berbentuk konjungsi dan disjungsi dari “Aktivitas Kelas sebagai tugas kelompok berupa uraian singkat, kemudian membahas jawaban soal-soal tersebut dengan guru. (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras, Demokratis)
h. Setiap kelompok mengerjakan beberapa soal latihan dalam buku paket sebagai tugas kelompok. (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras, Demokratis)
Konfirmasi

a. Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras)
b. Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui. (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras, Demokratis)

Penutup (10 menit)

         a.  Peserta didik membuat rangkuman dari materi ingkaran atau negasi dari suatu pernyataan majemuk berbentuk konjungsi, disjungsi, implikasi, dan biimplikasi. (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras, Demokratis)
         b. Peserta didik dan guru melakukan refleksi. (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras, Demokratis)
         c.  Peserta didik diberikan pekerjaan rumah (PR) berkaitan dengan materi ingkaran atau negasi dari suatu pernyataan majemuk berbentuk konjungsi, disjungsi, implikasi, dan biimplikasi dari soal-soal latihan dalam buku paket hal. 30. (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras, Demokratis)


Pertemuan Ketiga (2 x 45 menit)
Pendahuluan (15 menit)
Membuka Pelajaran : - Memberi salam
-   Berdoa bersama
-   Memeriksa kehadiran siswa
Apersepsi
·   Mengingat kembali pengertian pernyataan majemuk berbentuk  implikasi
·   Membahas PR.
 Motivasi
Apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat menentukan konvers, invers, dan kontraposisi dari pernyataan berbentuk implikasi beserta nilai kebenarannya.
Kegiatan Inti (65 menit)
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi :
a.  Peserta didik diberikan stimulus berupa pemberian materi oleh guru  mengenai cara menentukan konvers, invers, dan kontraposisi dari suatu pernyataan berbentuk implikasi beserta nilai kebenarannya, dengan menggunakan media presentasi dan siswa dengan tekun memperhatikannya.  kemudian antara peserta didik dan guru mendiskusikan materi tersebut (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras, Demokratis)
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,
a.   Peserta didik dikondisikan dalam beberapa kelompok diskusi dengan masing-masing kelompok terdiri dari 3-5 orang. (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras, Demokratis)
b.   Dalam kelompok, masing - masing peserta didik berdiskusi mengenai cara menentukan konvers, invers, dan kontraposisi dari suatu pernyataan berbentuk implikasi beserta nilai kebenarannya (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras, Demokratis)
c.    Masing-masing kelompok diminta menyampaikan hasil diskusinya, sedangkan kelompok yang lain menanggapi. (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras, Demokratis)
d.   Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan cara menentukan konvers, invers, dan kontraposisi dari suatu pernyataan berbentuk implikasi beserta nilai kebenarannya. (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras, Demokratis)
e.    Peserta didik dan guru secara bersama - sama membahas contoh dalam buku paket (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras, Demokratis)
f.   Setiap kelompok mengerjakan soal-soal mengenai konvers, invers, dan kontraposisi dari suatu pernyataan berbentuk implikasi beserta nilai kebenarannya.dari “Aktivitas Kelas sebagai tugas kelompok berupa uraian singkat, kemudian membahas jawaban soal-soal tersebut dengan guru. (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras, Demokratis)
g.    Setiap kelompok mengerjakan beberapa soal latihan dalam buku paket sebagai tugas kelompok. (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras, Demokratis)
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:
a.   Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras)
b.   Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui. (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras)
Penutup                
a. Peserta didik membuat rangkuman dari materi konvers, invers, dan kontraposisi dari suatu pernyataan berbentuk implikasi beserta nilai kebenarannya. (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras, Demokratis)
b. Peserta didik dan guru melakukan refleksi. (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras)
 c. Peserta didik diberikan pekerjaan rumah (PR) berkaitan dengan materi konvers, invers, dan kontraposisi dari suatu pernyataan berbentuk implikasi beserta nilai kebenarannya berdasarkan latihan yang belum terselesaikan di kelas atau dari referensi lain. (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras)

Pertemuan Keempat (2 x 45 menit)
Pendahuluan (15 menit)
Membuka pelajaran :
- Memberi salam
-  Berdoa bersama
-  Memeriksa kehadiran siswa
Apersepsi
Membahas PR

Motivasi
Banyak pernyataan sehari-hari yang mempunyai keterkaitan dengan pernyataan berkuantor. Apabila materi ini dikuasai dengan baik, peserta didik diharapkan dapat menentukan nilai kebenaran dan ingkaran dari suatu pernyataan berkuantor.
Kegiatan Inti (65 menit)
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi :
a.  Peserta didik diberikan stimulus berupa pemberian materi oleh guru mengenai cara menentukan nilai kebenaran dan ingkaran dari suatu pernyataan berkuantor dengan menggunakan media presentasi dan siswa dengan tekun memperhatikannya , kemudian antara peserta didik dan guru mendiskusikan materi tersebut. (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras, Demokratis)
Elaborasi
b. Peserta didik dikondisikan dalam beberapa kelompok diskusi dengan masing-masing kelompok terdiri dari 3-5 orang. (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras, Demokratis)
c.  Dalam kelompok, masing - masing peserta didik berdiskusi mengenai nilai kebenaran dan ingkaran dari suatu pernyataan berkuantor (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras, Demokratis)
d.  Masing-masing kelompok diminta menyampaikan hasil diskusinya, sedangkan kelompok yang lain menanggapi. (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras, Demokratis)
e. Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan cara menentukan nilai kebenaran dan ingkaran dari suatu pernyataan berkuantor. (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras, Demokratis)
Konfirmasi
a.   Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras)
b.   Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui. (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras)
Penutup
 a.  Peserta didik membuat rangkuman dari materi menentukan nilai kebenaran dan ingkaran dari suatu pernyataan berkuantor (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras, Demokratis)
 b. Peserta didik dan guru melakukan refleksi. (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras, Demokratis)
b.    Peserta didik diberikan pekerjaan rumah (PR) berkaitan dengan materi pernyataan berkuantor dan ingkaran (negasi) pernyataan berkuantor berdasarkan soal-soal latihan dalam buku paket yang belum terselesaikan di kelas atau dari referensi lain. (nilai yang ditanamkan: Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras, Demokratis)

E.   Alat dan Sumber Belajar
 Sumber :
·         Buku paket, yaitu buku Matematika SMA dan MA Yudistira Kelas X Semester Genap Jilid 1, karangan Marwanta, dkk
·         Buku referensi lain.
  Alat : Laptop, LCD,
F.    Penilaian:
Teknik: Tes Tertulis (Kognitif) dan Tes Pengamatan (Afektif)
Bentuk Instrument: Pilihan ganda (Kognitif) dan Isian Skala Sikap(Afektif)
Contoh Instrument:
1. Di bawah ini yang merupakan pernyataan bernilai benar adalah...
a. Tutuplah jendela itu!
b. Semoga dia tidak terlambat
c. Mobil bilangan tidak berjalan
d. Akar kuadrat dari 324 adalah 18
e. Semua bilangan prima habis dibagi 2
2. Diketahui :
p : Hari sudah malam
q : Deni bermain di halaman
Simbol yang sesuai dengan pernyataan ”Tidak benar bahwa hari sudah malam atau Deni bermain di halaman” adalah...
a.    p v q                     d. ~p v ~q
b.    ~p v q                   e. p Λ q
c.    ~(p v q)
3. Jika B = benar dan S = salah maka nilai kebenaran dari p ~(p v q) adalah ...
a.    B B B B                d. S S S B
b.    S S S S                e. S S B B
c.    B B B S
4. Diketahui pernyataan p bernilai benar dan pernyataan q bernilai salah. Pernyataan majemuk di bawah ini bernilai benar, kecuali...
a.    p v q                     d. ~p Λ q
b.    p Λ~q                    e. ~ (p Λ q)
c.    ~p q
5. Pernyataan yang ekuivalen dengan ”Jika Siska rajin belajar maka dia pintar” adalah...
a.    Jika Siska malas belajar maka dia bodoh
b.    Jika Siska rajin belajar maka dia tidak pintar
c.    Jika Siska tidak rajin belajar maka dia pintar
d.    Jika Siska tidak pintar maka dia tidak rajin belajar
e.    Jika Siska tidak pintar maka dia rajin belajar
6. Pernyataan yang merupakan tautologi adalah...
a.    (p v ~q) q        d. (p v ~q) ~p
b.    (p Λ~q) q        e. (p Λ~q) p
c.    (p v ~q) p
7. Konvers dari ” Jika ∆ PQR siku-siku di P maka P = 90°” adalah...
a.    Jika ∆ PQR tidak siku-siku di P maka P = 90°
b.    Jika ∆ PQR siku-siku di P makaP = 45°
c.    Jika P = 90° maka ∆ PQR siku-siku di P
d.    Jika ∆ PQR tidak siku-siku di P makaP ≠ 90°
e.    Jika P ≠ 90° maka ∆ PQR tidak siku-siku di P
8. Kontraposisi dari pernyataan majemuk p(p v ~q) adalah...
a.    (p v ~q) ~p       d. (~p v q) ~p
b.    (~p Λ q) ~p      e. (p Λ ~q) ~p
c.    (p v ~q) p
9. Ingkaran dari pernyataan ” Semua orang makan nasi ”adalah...
a.    Beberapa orang tidak makan nasi
b.    Semua orang tidak makan nasi
c.    Tidak semua orang tidak makan nasi
d.    Tidak semua orang makan nasi
e.    Beberapa orang makan nasi

10. Negasi dari pernyataan ”Beberapa bilangan cacah adalah bilangan asli” adalah...
a.   Semua bilangan cacah bukan bilangan asli
b.  Semua bilangan cacah bilangan asli
c.   Semua bukan bilangan cacah adalah bilangan asli
d.  Ada bilangan cacah bukan bilangan asli
e.   Ada bukan bilangan cacah adalah bilangan asli.
  
Kunci Jawaban
1)   D                                      6)   E
2)   B                                       7)   C
3)   E                                       8)   B
4)   D                                      9)   A
5)   D                                      10) A  

Pedoman Penilaian
Nilai = Benar x 10    

Tindak Lanjut
 Remedial  Ulangan, bila ketuntasan lebih dari 75%
 Remedial Pembelajaran, bila ketuntasan kurang dari 75%
 Pengayaan untuk siswa yang telah tuntas


                                                                                   Surantih, Mei 2014       
                                                                                            Guru Matematika



                                                                                          Yoko Masna Rivan M, S.Pd
                                                                                          NIP. -



DAFTAR PUSTAKA

Azhar Arsyad. 2002. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Bruner, J. S. 1966. Toward a Theory of Instruction. Cambridge: Harvad University.
Criticos, C. 1996. Media selection. Plomp, T & Ely, D.P (Eds): International Encyclopedia of Educational Technology, 2nd ed. UK: Cambridge University Press. pp. 182 - 185. Gagne, R. M. 1985. The Condition of Learning and Theory of Instruction, 4th ed. New York: CBS College Publishing.
Gagne, R.M., Briggs, L.J & Wager, W.W. 1988. Principles of Instruction Design, 3rd ed. New York: Saunders College Publishing.
Hamzah B. Uno.  2007. Model  Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar Yang Kreatif dan Efektif  Jakarta: Bumi Aksara. Hamalik, O. 1994. Media Pendidikan, cetakan ke-7. Bandung: Penerbit PT. Citra Aditya Bakti.
Heinich, R., Molenda, M., & Russel, J.D. 1993. Instructional Media and the New Technologies of Instruction, 4th ed. New York: Macmillan Publishing Company.
Marwanta, dkk. 2009. Matematika SMA Kelas X.  Jakart: Yudistira. 
Ratna Wilis Dahar. 1988. Teori –Teori Belajar  Jakarta: Erlangga.
Smaldino, Sharon.E, dkk. 2011. Instructional Technology & Media For Learning. Jakarta: Kencana Prenada Media Group..
Sadiman, A.S., Rahardjo, R., Haryono, A., & Rahadjito. 1990. Media Pendidikan: pengertian, pengembangan dan pemanfaatannya, edisi 1. Jakarta: Penerbit CV. Rajawali.
Sudjana, N. & Rivai, A. 1992. Media Pengajaran. Bandung: Penerbit CV. Sinar Baru Badung.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar